Ini Alasan Penjualan Mobil PHEV Naik Ribuan Persen Sepanjang 2025
Penjualan Mobil PHEV Meroket Ribuan Persen Sepanjang 2025, Ini Penyebabnya
KABAR OTO – Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia memasuki babak baru. Sepanjang 2025, penjualan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tercatat melonjak tajam hingga ribuan persen. Kondisi ini menunjukkan perubahan preferensi konsumen yang semakin mempertimbangkan efisiensi biaya operasional tanpa mengorbankan kepraktisan penggunaan harian.
Penjualan Mobil PHEV Melonjak Tajam di 2025
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil PHEV sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 4.312 unit.
Angka tersebut melonjak lebih dari 3.000 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang hanya mencatat sekitar 136 unit. Lonjakan ini menandai meningkatnya kepercayaan pasar terhadap teknologi plug-in hybrid.
Baca Juga : Perlukah Tangki Bensin Mobil Dikuras? Ini Manfaatnya bagi Performa Mesin
Efisiensi Jadi Alasan Utama Konsumen Melirik PHEV
Biaya Operasional Lebih Hemat
Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, menilai bahwa pasar PHEV di Indonesia lebih banyak digerakkan oleh kebutuhan efisiensi dibandingkan sekadar performa. “Menurut kami, pasar PHEV di Indonesia saat ini lebih banyak didorong oleh kebutuhan efisiensi, terutama terkait biaya operasional dan penggunaan harian,” ujar Ryan.
Konsumen dinilai membutuhkan kendaraan yang hemat energi, namun tetap fleksibel dan tidak membatasi jarak tempuh seperti mobil listrik murni.
Performa Tetap Jadi Pertimbangan
Meski efisiensi menjadi faktor utama, performa tetap memegang peranan penting dalam keputusan pembelian. “Konsumen membutuhkan kendaraan yang lebih hemat, namun tetap praktis dan tidak membatasi jarak tempuh. Meski demikian, performa tetap menjadi faktor penting,” lanjut Ryan.
Teknologi Super Hybrid System Jadi Daya Tarik
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Jaecoo menghadirkan Super Hybrid System (SHS). Teknologi ini diklaim mampu menyeimbangkan efisiensi dan performa, berbeda dengan hybrid konvensional yang sering mengorbankan salah satu aspek. “Melalui teknologi SHS, konsumen tetap dapat menghemat konsumsi energi tanpa mengorbankan performa,” jelas Ryan.
Sebagai contoh, Jaecoo J7 SHS diklaim mampu digunakan hingga 100 kilometer dalam mode EV sepenuhnya untuk kebutuhan harian. Hal ini membuat biaya operasional jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Baca Juga : Ini yang Membuat Harga Honda Super One di Singapura Tembus Rp 2,3 Miliar
Selain itu, karakter berkendara ala mobil listrik seperti torsi instan dan akselerasi responsif tetap bisa dirasakan.
Tren Penjualan PHEV Menguat Sejak Pertengahan Tahun
Dari sisi waktu, lonjakan penjualan PHEV mulai terlihat sejak pertengahan 2025. Setelah mencatat 413 unit pada Mei, penjualan melonjak drastis pada Juni menjadi 1.237 unit.
Meski sempat terkoreksi pada Juli (347 unit), tren kembali menguat pada Agustus dengan 686 unit dan relatif stabil hingga November.
Pabrikan China Dominasi Pasar PHEV Indonesia
Chery Masih Pimpin Pasar
Secara merek, Chery masih menjadi pemimpin pasar PHEV nasional dengan penjualan kumulatif 3.192 unit. Posisi berikutnya ditempati Jaecoo dengan total 762 unit.
Agresivitas pabrikan asal China dalam meluncurkan model PHEV baru menjadi faktor penting pertumbuhan segmen ini.
Deretan Model PHEV yang Mengisi Pasar
Beberapa model PHEV yang meramaikan pasar Indonesia antara lain:
- Chery Tiggo 8 CSH
- Chery Tiggo 9 CSH
- Jaecoo J7 SHS
- Jaecoo J8 SHS
- Geely Starray EM-i
- Wuling Darion PHEV
Harga Mobil PHEV Jaecoo di Indonesia
Untuk pasar Indonesia, Jaecoo memasarkan:
- Jaecoo J7 SHS dengan harga Rp 499,9 juta
- Jaecoo J8 SHS dengan banderol Rp 818 juta on the road Jakarta
Harga tersebut dinilai kompetitif jika melihat kombinasi teknologi, efisiensi, dan performa yang ditawarkan.
Baca Juga : Sokbreker Depan Motor Bocor Lagi? Bisa Jadi Part Ini Biang Keladinya
Lonjakan penjualan mobil PHEV sepanjang 2025 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih kendaraan. Efisiensi biaya operasional, fleksibilitas penggunaan, serta performa yang tetap terjaga menjadi kombinasi kunci yang membuat PHEV semakin diminati. Dengan agresivitas pabrikan dan semakin banyak pilihan model, tren positif ini diprediksi masih akan berlanjut.