Kecepatan Berapa Mobil Bisa Mengalami Aquaplaning? Jangan Salah Paham!

0
Kecepatan Aquaplaning Mobil, Bisa Terjadi Mulai 60 Km/Jam

Kecepatan Aquaplaning Mobil, Bisa Terjadi Mulai 60 Km/Jam

KABAR OTO – Banyak pengemudi mengira aquaplaning hanya terjadi saat mobil melaju kencang. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Dalam kondisi tertentu, aquaplaning justru bisa terjadi pada kecepatan yang relatif rendah.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menegaskan bahwa kecepatan bukan satu-satunya faktor pemicu aquaplaning.

Mulai 60 Km/Jam, Risiko Aquaplaning Sudah Ada

“Kalau ditanya kecepatan berapa, orang biasanya selalu berpikir aquaplaning hanya terjadi pada kecepatan tinggi,” kata Jusri.

“Padahal, pada kecepatan 60 km/jam pun bisa terjadi, terutama jika kondisi ban tekanannya terlalu tinggi atau bannya sudah gundul. Tapak ban itu fungsinya untuk memecah dan membelah air,” jelasnya.

Baca Juga : Pentingnya Cuci Motor Usai Hujan dan Banjir, Langkah Simpel Cegah Korosi

Artinya, meski tidak ngebut, pengemudi tetap berisiko kehilangan kendali saat melintas di jalan basah.

Kondisi Ban Jadi Faktor Penentu Utama

Ban Gundul Lebih Berbahaya dari Kecepatan Tinggi

Menurut Jusri, kondisi ban yang sudah aus sangat memengaruhi terjadinya aquaplaning.

“Aquaplaning bisa saja dimulai dari kecepatan 60 km/jam. Bahkan tanpa tekanan angin yang tinggi, ban yang sudah gundul saja sudah berisiko,” ujarnya.

Tapak ban berfungsi untuk:

  • Memecah air

  • Membuang air ke samping

  • Menjaga kontak ban dengan aspal

Jika tapak sudah habis, fungsi ini hilang sepenuhnya.

Lapisan Air Tipis Pun Sudah Berbahaya

Tak hanya genangan tebal, lapisan air yang sangat tipis juga bisa memicu aquaplaning.

Baca Juga : Ini yang Terjadi Jika Motor Alami Aquaplaning, Bisa Langsung Jatuh!

“Lapisan air sekitar 1 sentimeter, bahkan kurang, sudah bisa membuat situasi aquaplaning terjadi,” kata Jusri.

Kondisi ini sering terjadi di jalan tol atau aspal halus yang tampak basah tipis, namun licin.

Ban Lebar Punya Risiko Lebih Besar

Lebar Tapak Memengaruhi Gaya Angkat

Jusri juga menjelaskan bahwa lebar tapak ban berpengaruh pada besarnya daya angkat atau lift force.

“Apalagi jika ban berukuran lebar. Lebar tapak ban memengaruhi karena daya angkat menjadi semakin besar,” ungkapnya.

Sebaliknya:

  • Ban berpenampang lebih kecil → daya angkat lebih rendah

  • Ban lebar → lebih mudah ‘mengambang’ di atas air

“Saat terjadi aquaplaning, ban yang gundul itu sama saja seperti batu lempeng yang besar,” tegas Jusri.

Baca Juga : Jangan Pernah Menerobos Aliran Banjir, Mobil Bisa Hanyut Meski Terlihat Berat

Aquaplaning tidak harus terjadi di kecepatan tinggi. Dalam kondisi tertentu, mobil bisa kehilangan traksi mulai 60 km/jam, terutama jika:

  • Ban sudah gundul

  • Tekanan angin tidak ideal

  • Permukaan jalan basah meski air tipis

  • Menggunakan ban berprofil lebar

Ingat, ban adalah satu-satunya penghubung mobil dengan jalan. Sedikit lengah, risikonya bisa fatal.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *