Cocok di Kantong Tapi Bisa Berujung Masalah! Begini Ciri-ciri Nomor Rangka Mobil Bekas Palsu yang Jarang Disadari
Cocok Tapi Belum Tentu Aman! Ciri Nomor Rangka Mobil Bekas Palsu
KABAR OTO – Membeli mobil bekas kerap dianggap aman jika kondisi mesin halus dan bodi mulus. Padahal, ada satu detail krusial yang sering luput dari perhatian pembeli awam, yakni nomor rangka. Identitas kendaraan ini menentukan legalitas mobil secara hukum. Jika palsu, risiko masalah hukum bisa mengintai pemilik baru, meski dokumen terlihat lengkap.
Ciri-ciri Nomor Rangka Mobil Bekas yang Patut Dicurigai
Menurut Gazoel Amin dari jasa inspeksi Bantu Cek, pemeriksaan nomor rangka seharusnya menjadi bagian penting saat inspeksi mobil bekas.
Font Nomor Rangka Tidak Presisi
“Font nomor rangka itu ada standarnya dari pabrikan. Kalau huruf atau angkanya tidak rapi, jaraknya aneh, atau bentuknya tidak konsisten, itu sudah jadi tanda bahaya,” ujar Gazoel, melansir Kompas.com (14/1/26).
Baca Juga : Mitsubishi Destinator Laris Manis, Tiap Bulan Rata-rata Terjual Segini di Indonesia
Setiap pabrikan memiliki karakter font dan teknik pencetakan yang khas, sehingga perbedaan kecil bisa menjadi indikasi pemalsuan.
Kedalaman Cetakan Tidak Seragam
Pada mobil tertentu, nomor rangka dicetak langsung pada pelat bodi dengan kedalaman yang rapi dan seragam. Jika terlihat terlalu dangkal, terlalu dalam, atau seperti hasil cetakan ulang, maka kondisi ini patut dicurigai sebagai nomor rangka palsu.
Kontur Bodi di Sekitar Nomor Rangka Tidak Rata
“Biasanya pemalsuan nomor rangka dibarengi dengan pekerjaan tambahan seperti dempul atau cat ulang di area sekitarnya,” jelas Gazoel. Akibatnya, kontur bodi di sekitar nomor rangka sering kali terlihat tidak rata atau berbeda dari area lain.
Baca Juga : Dites di 16 Negara, JAECOO J7 SHS-P Klaim Libas 1.613 Km, Cuma Modal Bensin Segini!
Risiko Hukum Jika Mengabaikan Nomor Rangka
Masalah terbesar dari nomor rangka tidak asli adalah konsekuensi hukum. Mobil dengan identitas fisik yang tidak sesuai berpotensi membuat pemilik baru terseret masalah, bahkan bisa dianggap sebagai penadah tanpa disadari.
Jangan Sendirian Saat Membeli Mobil Bekas
Gazoel menegaskan bahwa membeli mobil bekas sebaiknya tidak dilakukan sendirian, terutama bagi konsumen pemula. “Kalau bisa ditemani orang yang paham atau menggunakan jasa inspektor. Mobil bekas itu bukan cuma soal enak dipakai, tapi juga aman secara hukum,” tuturnya.
Baca Juga : M Haikal & AL28 Racing Team Jadi yang Terkencang di QTT Kelas Bebek 4T 150cc U-16 ADC Banten 2026
Saat membeli mobil bekas, jangan hanya terpaku pada mesin dan interior. Cek nomor rangka dan nomor mesin secara detail, perhatikan font, kerapian cetakan, serta kondisi bodi di sekitarnya. Detail kecil ini bisa menjadi pembeda antara mobil bekas yang benar-benar aman dengan unit bermasalah yang berisiko besar di kemudian hari.