Dari Sekadar Bisa Naik Motor Jadi Paham Risiko, 107 Siswa SMK Kutowinangun Ditempa Safety Riding

0
Dari Sekadar Bisa Naik Motor Jadi Paham Risiko, 107 Siswa SMK Kutowinangun Ditempa Safety Riding

Dari Sekadar Bisa Naik Motor Jadi Paham Risiko, 107 Siswa SMK Kutowinangun Ditempa Safety Riding

Kabaroto.id – Banyak pelajar sudah terbiasa menggunakan sepeda motor untuk berangkat sekolah. Namun, tidak semua memahami bahwa di balik rutinitas tersebut, ada risiko yang perlu disadari dan dikelola dengan benar. Berangkat dari hal itu, Astra Motor Yogyakarta bersama SMK Muhammadiyah Kutowinangun menghadirkan pelatihan safety riding yang menekankan satu hal penting: berkendara aman dimulai dari cara berpikir.

Sebanyak 107 siswa mengikuti kegiatan yang digelar di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta pada 11–12 Juni 2026. Program ini tidak hanya mengajarkan cara mengendarai motor yang benar, tetapi juga membangun kesadaran tentang potensi bahaya di jalan raya.

Mengubah Cara Pandang Berkendara Sejak Usia Sekolah

Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa memahami bahwa berkendara bukan sekadar aktivitas mobilitas, melainkan juga tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain di jalan.

Materi yang diberikan mencakup teknik dasar berkendara, pemahaman aturan lalu lintas, hingga cara bersikap defensif saat menghadapi situasi tak terduga di jalan. Fokus utama bukan pada kecepatan atau keterampilan teknis semata, tetapi pada kemampuan membaca risiko sejak dini.

Pendekatan ini penting, mengingat banyak kecelakaan lalu lintas terjadi bukan karena kurangnya kemampuan mengendarai motor, melainkan karena kurangnya kewaspadaan dan kesadaran situasional.

Simulasi Bahaya Jadi Kunci Pembelajaran

Salah satu metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Honda Riding Trainer, sebuah simulator yang membantu peserta menghadapi berbagai skenario berbahaya secara virtual.

Melalui simulasi ini, siswa diajak mengenali bagaimana keputusan kecil di jalan dapat berdampak besar terhadap keselamatan. Mulai dari jarak aman, reaksi terhadap kendaraan lain, hingga potensi blind spot yang sering tidak disadari pengendara.

Selain itu, instruktur juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dan fokus berkendara sebagai bagian dari kebiasaan dasar yang sering diabaikan.

Praktik untuk Menguatkan Kebiasaan Aman

Setelah memahami teori dan simulasi, siswa yang telah memenuhi syarat usia atau memiliki SIM C diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik langsung di area latihan.

Pada tahap ini, instruktur tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga cara siswa mengambil keputusan saat berkendara. Setiap detail, mulai dari posisi tubuh hingga cara mengontrol kecepatan, dievaluasi untuk membentuk kebiasaan berkendara yang lebih aman dan konsisten.

Keselamatan Dimulai dari Kesadaran, Bukan Sekadar Keterampilan

Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah membangun pola pikir yang benar dalam berkendara.

Menurutnya, kemampuan mengendarai motor saja tidak cukup tanpa diimbangi kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Ia juga menekankan bahwa di jalan raya, yang terpenting bukan mencari siapa yang salah atau benar, melainkan memastikan semua pengguna jalan bisa sampai tujuan dengan selamat.

Melalui program ini, Astra Motor Yogyakarta berharap para siswa tidak hanya menjadi pengendara yang terampil, tetapi juga pengendara yang mampu berpikir kritis terhadap risiko di jalan. Dengan begitu, budaya #Cari_Aman tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari.

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *