Dari Jalan ke Kantor, Keselamatan Jadi Budaya: Astra Motor Yogyakarta Dorong Karyawan Lebih Siap Hadapi Risiko Berkendara

0
Astra Motor Yogyakarta dan PT Bayer Indonesia menggelar pelatihan safety riding bagi karyawan untuk membangun budaya keselamatan berkendara sebagai bagian dari lingkungan kerja dan perjalanan harian.

Astra Motor Yogyakarta dan PT Bayer Indonesia menggelar pelatihan safety riding bagi karyawan untuk membangun budaya keselamatan berkendara sebagai bagian dari lingkungan kerja dan perjalanan harian.

Kabaroto.id – Setiap pagi dan sore, jalanan dipenuhi aktivitas para pekerja yang mengandalkan sepeda motor sebagai sarana mobilitas utama. Di balik rutinitas itu, ada risiko yang kerap dianggap biasa, padahal bisa berdampak besar jika tidak diantisipasi dengan baik.

Melihat realitas tersebut, Astra Motor Yogyakarta bersama PT Bayer Indonesia menghadirkan pendekatan berbeda dalam edukasi keselamatan berkendara, yakni dengan menjadikan lingkungan kerja sebagai titik awal perubahan perilaku di jalan.

Melalui pelatihan safety riding yang digelar di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta, sebanyak 25 karyawan dari berbagai cabang PT Bayer Indonesia diajak memahami bahwa keselamatan bukan hanya urusan individu, tetapi juga bagian dari budaya kerja yang sehat.

Keselamatan Dimulai dari Cara Berpikir

Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada teknik berkendara, tetapi juga pada perubahan pola pikir. Para peserta diajak memahami bahwa setiap perjalanan memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi sejak awal, bukan setelah kejadian terjadi.

Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan lebih sadar dalam mengambil keputusan saat berkendara, seperti menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, hingga membaca kondisi lalu lintas secara lebih cermat.

Simulasi Jadi Cara Belajar yang Lebih Realistis

Salah satu bagian penting dalam pelatihan ini adalah penggunaan Honda Riding Trainer (HRT). Melalui simulator ini, peserta dihadapkan pada berbagai skenario lalu lintas yang dirancang menyerupai kondisi nyata di jalan raya.

Metode ini membantu peserta melatih insting dan kepekaan dalam mengenali potensi bahaya yang sering kali luput dari perhatian pengendara dalam situasi sehari-hari.

Setelah itu, peserta juga menjalani praktik langsung di area pelatihan untuk menguatkan keterampilan teknis seperti kontrol motor, pengereman, dan manuver aman.

Karyawan Jadi Agen Perubahan

Yang menarik dari program ini adalah peran lanjutan yang diberikan kepada peserta. Setelah mendapatkan pelatihan, mereka tidak hanya berhenti sebagai peserta, tetapi juga didorong menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

Mereka diharapkan mampu menyebarkan pemahaman tentang safety riding kepada rekan kerja lainnya, sehingga tercipta efek berantai dalam membangun budaya keselamatan berkendara.

Keselamatan sebagai Bagian dari Produktivitas

Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menegaskan bahwa keselamatan berkendara memiliki hubungan langsung dengan produktivitas kerja.

Menurutnya, karyawan yang selamat di perjalanan akan lebih siap menjalankan aktivitas kerja dengan optimal, sehingga perusahaan juga dapat berjalan lebih stabil.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari komitmen bersama di lingkungan kerja.

Membangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Pengetahuan

Melalui program ini, Astra Motor Yogyakarta berupaya menggeser paradigma bahwa safety riding bukan hanya materi pelatihan sesaat, tetapi kebiasaan yang harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan berbasis pengalaman langsung, diharapkan kesadaran akan keselamatan bisa tumbuh lebih kuat dan menjadi bagian dari gaya hidup para pekerja.

Pada akhirnya, tujuan utama dari kegiatan ini sederhana namun penting: memastikan setiap perjalanan berangkat dan pulang kerja bisa selalu berakhir dengan selamat.

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *