KABAROTO – Jangan kira Astra Motor cuma jualan motor di dealer! Strategi mereka garap pasar perusahaan ternyata gak kaleng-kaleng.
Terbongkar dalam Monthly Winner Meeting Astra Motor Yogyakarta yang dipimpin Fenty Anggraini, salah satu segmen yang paling moncer adalah Group Customer (GC) untuk sektor Industry Rokok di area DIY dan Kedu.
Bayangkan, potensinya gila! Satu pabrik rokok saja karyawannya bisa 1.000 sampai 2.000 orang.
Bukan Cuma Jualan, Tapi Jemput Bola!
Astra Motor Yogyakarta gak nunggu bola. Mereka melakukan strategi jemput bola total:
1. Pameran Penjualan Unit dan Service di Instansi / Perusahaan Group Customer
Motor Honda dipajang langsung di dalam pabrik. Karyawan gak perlu izin keluar, bisa lihat, tanya kredit, bahkan servis di tempat.
1. Program H1 dan H23 Disesuaikan Sektor Usaha
Tersedia program menarik dari H1 (penjualan unit) maupun H23 (after sales / servis) yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Beda industri, beda promo. Fleksibel banget!
1. Main MOU Jangka Panjang
Ini kuncinya. Astra Motor tidak main eceran. Mereka langsung MOU program penjualan unit sepeda motor dan layanan after sales untuk pengadaan operasional perusahaan maupun secara kolektif untuk karyawan.
Artinya, sekali MOU, ribuan karyawan jadi captive market. Pengadaan motor operasional perusahaan masuk, penjualan kolektif untuk karyawan juga masuk. Dua-duanya cuan!
Segmen ini membuktikan program Group Customer yang menyasar Government, BUMN, Industry, Telco, Finance, dan Tourism itu bukan gimmick. Dengan minimal 5 unit saja bisa dapat subsidi AHM, tapi kalau mainnya di industri rokok, langsung ribuan unit potensinya.
Astra Motor Yogyakarta paham betul, pasar gemuk itu ada di pabrik-pabrik. (K3)

