KABAROTO.ID – Perjalanan Fiandra Reja dan Firza Angkasa membuktikan bahwa pembalap muda bisa berkembang pesat melalui latihan disiplin dan pendampingan yang tepat. Dua talenta Bali Queen Racing Team ini bahkan memulai perjalanan dari nol sebelum menunjukkan kemampuan bersaing di lintasan dalam waktu sekitar empat bulan.
Kisah keduanya menjadi sorotan dalam edisi perdana The Rising Newcomers: 4 Bulan, Melampaui Ekspektasi pada Oktober 2026. Perjalanan mereka tidak hanya menghadirkan cerita tentang kecepatan dan podium, tetapi juga menunjukkan pentingnya kerja keras, keberanian, serta dukungan keluarga dalam membangun karier balap.
Fiandra Reja dan Firza Angkasa Memulai dari Nol
Belajar Mengendarai Motor Sebelum Turun Balap
Fiandra dan Firza mengawali perjalanan dengan mempelajari dasar-dasar berkendara. Keduanya berlatih menjaga keseimbangan, mengoperasikan kopling, mengendalikan motor, hingga melewati tikungan dengan teknik yang tepat.
Pelatih Dedy mendampingi proses pembelajaran tersebut. Menurut cerita Alvin Chandra, keduanya bahkan sempat membonceng sang pelatih sebelum mulai mengendarai motor secara mandiri.
Tahap awal ini menjadi bekal penting sebelum mereka menghadapi tantangan kompetisi. Sebab, pembalap tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga keterampilan mengendalikan motor dan kemampuan membaca situasi di lintasan.
Empat Bulan, Fiandra Reja Berhasil Raih Empat Podium Beruntun
Perkembangan Fiandra dan Firza mulai terlihat setelah keduanya menjalani latihan intensif dan mengikuti kompetisi. Salah satu pencapaian paling menonjol datang dari Fiandra Reja di kelas Junior GP-O 160cc.
Fiandra mengawali musim dari posisi kelima, kemudian mencatatkan empat podium beruntun hingga putaran ketiga. Hasil tersebut menunjukkan perkembangan kompetitif yang menjanjikan dalam masa pembinaan yang relatif singkat.
Sementara itu, Firza Angkasa terus meningkatkan kemampuan dan berusaha mendekati kelompok pembalap terdepan. Ia memanfaatkan setiap sesi latihan dan perlombaan untuk memahami teknik, menjaga konsentrasi, serta mengambil keputusan dengan lebih baik.
Meski keduanya menempuh perkembangan yang berbeda, pengalaman kompetisi memberikan bekal penting untuk menghadapi persaingan berikutnya.
Menjajal Persaingan Internasional di Sepang, Malaysia
Fiandra dan Firza juga mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer balap internasional melalui SIC Ohvale Junior Championship 2026 di Sepang, Malaysia.
Sirkuit sepanjang sekitar 1.247 meter tersebut memberikan tantangan baru bagi kedua pembalap muda. Mereka harus mempelajari karakter lintasan sekaligus menyesuaikan diri dengan kompetitor yang memiliki tingkat pengalaman berbeda.
Keduanya menjalani 12 sesi di Sepang sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman ini membantu mereka memahami pentingnya konsistensi, adaptasi, dan penguasaan teknik saat menghadapi lingkungan kompetisi yang berbeda.
Bagi pembalap muda, pengalaman internasional seperti ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus mengenali aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Peran Alvin Chandra dalam Membentuk Mental Pembalap Muda
Di balik perkembangan Fiandra dan Firza, Alvin Chandra berperan sebagai ayah sekaligus pemilik Bali Queen Racing Team. Ia menekankan kedisiplinan dan konsistensi sebagai fondasi utama pembinaan.
“Pembalap yang bertalenta (bakat alam) akan kalah dengan yang disiplin,” demikian pandangan Alvin yang muncul dalam kisah perjalanan kedua pembalap muda tersebut.
Prinsip ini menegaskan bahwa bakat saja tidak cukup untuk membangun karier balap. Pembalap juga perlu menerima arahan pelatih, mengevaluasi kesalahan, menjaga konsentrasi, dan mengendalikan emosi saat menghadapi tekanan.
Dukungan keluarga dan tim turut membantu Fiandra serta Firza menjalani proses pembelajaran. Kombinasi latihan terarah, kedisiplinan, dan pengalaman kompetisi menjadi modal penting untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Mimpi MotoGP, Target Besar Menanti pada 2027
Seperti banyak pembalap muda lainnya, Fiandra dan Firza memiliki mimpi menapaki jenjang motorsport yang lebih tinggi, termasuk MotoGP. Namun, keduanya masih perlu melewati perjalanan panjang untuk mendekati target tersebut.
Persiapan menuju musim 2027 menjadi kesempatan untuk memperkuat kemampuan fisik, mental, teknik berkendara, dan pengalaman menghadapi persaingan. Mereka juga perlu menjaga konsistensi agar mampu menghadapi tantangan yang semakin berat.
Empat podium beruntun milik Fiandra menjadi pencapaian awal yang menjanjikan. Di sisi lain, Firza perlu terus mengasah kemampuan adaptasi dan meningkatkan daya saingnya. Hasil awal tersebut dapat menjadi motivasi, tetapi keduanya tetap membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan.
The Rising Newcomers, Perjalanan Mereka Baru Dimulai
Empat bulan mungkin terasa singkat dalam dunia balap motor. Namun, Fiandra Reja dan Firza Angkasa telah melewati sejumlah tahap penting, mulai dari belajar mengendarai motor hingga merasakan persaingan internasional.
Kisah keduanya memperlihatkan bahwa perkembangan pembalap muda membutuhkan lebih dari sekadar keberanian dan bakat. Latihan teratur, kedisiplinan, pendampingan pelatih, serta dukungan keluarga turut membentuk fondasi karier mereka.
Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan perkembangan tersebut dan meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan yang lebih ketat. Musim 2027 akan menjadi salah satu kesempatan penting bagi Fiandra dan Firza untuk membuktikan sejauh mana mereka mampu melangkah.
Perjalanan menuju panggung besar motorsport memang masih panjang. Namun, langkah awal kedua talenta Bali Queen Racing Team ini telah menghadirkan cerita menarik tentang proses, perjuangan, dan mimpi besar yang baru mereka mulai.

