Baru Tahu! Sekring Mobil Sering Putus Jangan Diganti Ampere Lebih Gede, Ini Bahayanya
Sekring Mobil Sering Putus? Jangan Pernah Ganti Ampere Lebih Besar
KABAR OTO – Sistem kelistrikan mobil sudah dirancang dengan standar keamanan yang ketat, salah satunya lewat penggunaan sekring. Namun, masih banyak pemilik kendaraan yang keliru saat sekring mobil sering putus. Bukannya mencari sumber masalah, sekring justru diganti dengan ampere yang lebih besar, padahal cara ini sangat berbahaya.
Fungsi Sekring dalam Sistem Kelistrikan Mobil
Sekring berfungsi sebagai pengaman arus listrik. Komponen ini hanya mampu dialiri arus sesuai kapasitas ampere tertentu. Jika arus listrik yang mengalir melebihi batas kemampuannya, sekring akan putus secara otomatis untuk melindungi komponen dan kabel kelistrikan lainnya.
Baca Juga : Libur Akhir Tahun! Cek Kebersihan Filter Udara Mobil Biar BBM Tetap Irit
Setiap jalur kelistrikan pada mobil memiliki sekring dengan ampere berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan arus masing-masing komponen.
Sekring Sering Putus Tanda Ada Masalah
Menurut Pranoto, Service Advisor bengkel resmi Auto2000 Pramuka, Jakarta Timur, sekring yang terus-menerus putus bukanlah masalah sepele.
“Sekring yang putus terus menerus pertanda kalau ada bagian yang short atau bermasalah,” jelasnya.
Bahaya Mengganti Sekring dengan Ampere Lebih Besar
Kesalahan yang sering dilakukan adalah mengganti sekring standar dengan ampere lebih besar. Misalnya, sekring bawaan 7,5 ampere diganti menjadi 20 atau bahkan 30 ampere.
“Jangan pernah sekali-kali ganti sekring dengan ukuran ampere yang jauh lebih besar,” tegas Pranoto.
Baca Juga : Anniversary ke-15 Byonic Sukabumi, Tetap Eksis Hidupkan Dunia Otomotif dan Brotherhood Bikers
Menambah ukuran ampere untuk mengakali sekring yang sering putus justru sangat berisiko. Arus listrik yang mengalir menjadi tidak terkontrol dan melebihi kemampuan kabel.
Risiko Kabel Meleleh dan Mobil Terbakar
Dengan ampere yang terlalu besar, kabel kelistrikan berpotensi panas berlebih, meleleh, bahkan memicu korsleting yang lebih parah.
“Jadi kita memaksakan arus listrik yang melewati kabel tersebut melebihi kemampuannya,” terang Pranoto.
Dalam beberapa kasus, kebakaran mobil sering bermula dari sistem kelistrikan. Sekring yang tidak standar dan kabel yang rusak menjadi salah satu penyebab utamanya.
Baca Juga : Bikin Busi Cepat Mati? Ini Salah Perlakuan Saat Membersihkan Busi Mobil yang Jarang Disadari
Jika sekring mobil sering putus, jangan pernah mengakalinya dengan mengganti ampere lebih besar. Solusi yang benar adalah mencari sumber masalah pada sistem kelistrikan dan memperbaikinya sesuai standar. Dengan begitu, risiko korsleting hingga kebakaran mobil bisa dihindari dan keselamatan berkendara tetap terjaga.