Berkendara Mobil Listrik Jangan Asal Injak Gas! Ini Dampaknya ke Baterai dan Motor Listrik

0
Jangan Asal Bejek Gas Mobil Listrik, Ini Efeknya ke Suhu Baterai

Jangan Asal Bejek Gas Mobil Listrik, Ini Efeknya ke Suhu Baterai

KABAR OTO – Mengemudikan mobil listrik dengan kecepatan tinggi, terutama saat perjalanan jauh, kerap dianggap sepele oleh sebagian pengguna. Akselerasi instan dan kabin yang senyap membuat pengemudi sering tidak sadar bahwa kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi secara terus-menerus.

Padahal, di balik kenyamanan tersebut, ada konsekuensi teknis yang perlu dipahami, terutama terkait beban kerja motor listrik serta pengaruhnya terhadap suhu baterai sebagai sumber energi utama.

Teknologi Pendingin Baterai Sudah Dirancang Canggih

Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, pada dasarnya pengemudi tidak perlu melakukan perlakuan khusus untuk menjaga suhu baterai saat perjalanan jauh atau ketika terjebak kemacetan.

Baca Juga : Jarang Disadari! Ternyata Kurang Angin Bisa Bikin Pelek Mobil Rusak Parah, Ini Efek Ngerinya

Peran Sistem Pendingin Baterai

Pengendalian suhu baterai sangat bergantung pada teknologi yang digunakan masing-masing pabrikan. Pada mobil listrik Aion, misalnya, sistem baterai sudah dibekali liquid cooling system.

“Selama konsumen melakukan servis rutin, kualitas cairan pendingin baterai akan tetap terjaga dan sistem bisa bekerja optimal,” jelas Iqbal.

Dengan sistem ini, suhu baterai tetap berada dalam batas aman meski mobil digunakan dalam berbagai kondisi.

Kecepatan Tinggi Bikin Kerja Motor dan Baterai Lebih Berat

Meski teknologi pendingin sudah mumpuni, cara berkendara tetap memengaruhi beban kerja sistem penggerak mobil listrik.

Daya Terserap Semakin Besar

Iqbal menjelaskan, saat mobil listrik dipacu pada kecepatan tinggi dalam waktu lama, motor listrik harus bekerja lebih berat untuk mempertahankan laju kendaraan. Hal ini membuat konsumsi daya baterai meningkat signifikan.

Baca Juga : Gas Awal Tahun! Oto & Dyno Contest Jelang MUTU Autofest 2026 Siap Guncang Magelang

“Semakin tinggi kecepatan, semakin besar daya yang diserap. Artinya, kerja motor listrik dan baterai juga makin berat,” ujarnya.

Energi yang dilepas dalam jumlah besar tersebut otomatis meningkatkan suhu kerja baterai dan motor listrik, meskipun masih dalam batas yang dikontrol oleh sistem pendingin.

Berbeda dengan Kondisi Macet

Menariknya, kondisi macet justru memberi beban yang lebih stabil bagi sistem penggerak mobil listrik. Konsumsi daya cenderung konstan dan tidak menuntut kerja motor secara berlebihan seperti saat melaju kencang dalam waktu lama.

Hindari Kebiasaan Kebut Terus-menerus

Karena itu, meski mobil listrik dirancang aman untuk perjalanan jauh, pengemudi tetap disarankan menghindari kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi secara terus-menerus.

Selain lebih boros energi, pola berkendara seperti ini membuat sistem motor listrik dan baterai bekerja lebih keras dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Baca Juga : Mitsubishi Xpander 2017 Bekas Cuma Segini! Karyawan Bisa Punya, Kantong Gak Jebol

Kunci Mobil Listrik Tetap Optimal dan Awet

Pada akhirnya, kombinasi antara teknologi pendingin baterai yang mumpuni dan kebiasaan berkendara yang wajar menjadi kunci menjaga performa mobil listrik tetap optimal.

Dengan gaya berkendara yang tepat, usia pakai baterai bisa lebih panjang, efisiensi energi terjaga, dan pengalaman berkendara tetap nyaman dalam jangka panjang.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *