Ini yang Terjadi Jika Motor Alami Aquaplaning, Bisa Langsung Jatuh!
Bahaya Aquaplaning pada Motor, Ini yang Terjadi Saat Ban Kehilangan Traksi
KABAR OTO – Berkendara menggunakan sepeda motor di jalan basah menyimpan risiko tinggi. Salah satu bahaya yang kerap tidak disadari pengendara adalah aquaplaning, kondisi ketika ban kehilangan daya cengkeram akibat adanya lapisan air di permukaan jalan.
Fenomena ini bisa terjadi saat hujan deras atau ketika motor melintasi genangan air dengan kecepatan tertentu. Jika terjadi, motor dapat kehilangan kendali dalam hitungan detik.
Apa Itu Aquaplaning?
Aquaplaning adalah kondisi ketika ban kendaraan tidak lagi bersentuhan langsung dengan aspal karena terhalang lapisan air. Akibatnya, ban seperti “mengambang” dan tidak mampu mencengkeram permukaan jalan.
Baca Juga : Pemilik Harus Tahu! Ini Ciri Rantai Keteng dan Tensioner Yamaha NMAX Sudah Minta Ganti
Dalam kondisi ini, pengendara akan merasakan:
-
Setang terasa ringan
-
Motor sulit dikendalikan
-
Arah laju tidak sesuai input kemudi
Dampak Aquaplaning pada Sepeda Motor
Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa aquaplaning bisa terjadi pada motor maupun mobil saat melintas di jalan basah.
Namun, dampaknya pada sepeda motor jauh lebih berbahaya.
Motor Aquaplaning Hampir Pasti Jatuh
“Kalau motor mengalami aquaplaning, biasanya lewat satu gebrak langsung jatuh. Itu sudah hampir pasti jatuh,” ujar Jusri.
Berbeda dengan mobil yang masih memiliki empat roda dan sistem stabilitas, sepeda motor hanya bertumpu pada dua titik kontak. Saat ban kehilangan traksi, pengendara nyaris tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga : Sering Cuci Motor Kesayangan Bikin Cat Kusam? Ini Faktanya Guys, Jangan Salah Paham!
Kecepatan dan Kondisi Jalan Sangat Berpengaruh
Menurut Jusri, motor memang bisa mengalami aquaplaning, tetapi umumnya membutuhkan kecepatan lebih tinggi dibandingkan mobil. Meski begitu, ada faktor lain yang turut memengaruhi, seperti:
-
Kedalaman genangan air
-
Kondisi dan jenis ban
-
Tekstur permukaan jalan
“Motor tentu bisa mengalami aquaplaning, namun dia memerlukan dari aspek kecepatan lebih tinggi,” jelas Jusri.
Kenapa Motor Balap Lebih Stabil di Jalan Basah?
Jusri menambahkan, pada motor balap digunakan berbagai komponen aerodinamika untuk menjaga traksi ban tetap optimal.
Peran Aerodinamika dan Downforce
“Motor-motor balap memerlukan spoiler, air dam, dan wings yang tujuannya untuk menghasilkan downforce,” kata Jusri.
Downforce berfungsi menekan ban ke permukaan jalan agar tetap mencengkeram aspal, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi dan kondisi lintasan basah.
Baca Juga : Harga Toyota Kijang Innova Zenix Terbaru Awal 2026, Naik Tipis tapi Fiturnya Makin Lengkap
Aquaplaning pada motor adalah kondisi yang sangat berbahaya, karena bisa membuat pengendara langsung terjatuh tanpa sempat bereaksi. Risiko ini meningkat saat berkendara di jalan basah, genangan air, dan kecepatan tidak disesuaikan.