Jangan Nekat! Oli Mesin Jelek Bisa Bikin Mobil Overheating Saat Perjalanan Jauh

0
Jangan Nekat! Oli Mesin Jelek Bisa Bikin Mobil Overheating Saat Perjalanan Jauh

Jangan Nekat! Oli Mesin Jelek Bisa Bikin Mobil Overheating Saat Perjalanan Jauh

KABAR OTO – Masih banyak pemilik mobil yang menyepelekan kondisi oli mesin, padahal oli yang sudah jelek bisa menjadi penyebab utama overheating. Karena itu, sebelum melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil pribadi, sangat disarankan untuk mengganti oli mesin terlebih dahulu agar kondisi pelumasan dan pendinginan tetap optimal.

Oli dalam kondisi prima bukan hanya menjaga mesin tetap halus, tetapi juga membantu komponen bekerja lebih awet dan efisien.

Oli Bukan Sekadar Pelumas Mesin

Banyak orang mengira oli hanya berfungsi sebagai pelumas. Padahal, oli juga memiliki peran penting dalam mengatur suhu kerja mesin. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa oli yang sudah mengalami oksidasi, encer, atau terkontaminasi bensin dan air akan kehilangan viskositasnya.

Baca Juga : Cuci Gudang Akhir Tahun! Beli Motor Ducati Cuma Rp 200 Juta, Ini Daftar Modelnya

Viskositas Oli Menurun, Gesekan Meningkat

“Di mesin mobil, pelumasan mengandalkan lapisan oli setebal mikron yang berada di antara dua logam, seperti poros dan bearing, piston dan silinder,” ujar Imun.

Jika viskositas oli menurun, lapisan tersebut tidak lagi mampu memisahkan dua permukaan logam. Akibatnya, logam akan saling bersentuhan dan menimbulkan gaya gesek berlebihan.

Risiko Overheating Meningkat

Gesekan yang berlebihan ini secara akumulatif akan menaikkan suhu komponen mesin. “Di sinilah risiko overheating muncul, karena panas meningkat lebih cepat dari kemampuan sistem pendinginan,” jelas Imun.

Peran Oli sebagai Pendingin Mesin

Selain pelumas, oli juga berfungsi sebagai media pendingin tambahan selain coolant. Oli menyerap panas dari komponen penting seperti piston, ring piston, camshaft, dan bearing.

“Oli akan didinginkan di area water jacket pada blok mesin. Panas tersebut kemudian diserap coolant dan dibawa ke radiator,” jelas Imun. Namun, jika oli sudah tua dan terdegradasi, kemampuannya menyerap panas akan menurun drastis.

Baca Juga : Pemilik Mobil Wajib Tahu, Ini Cara Rotasi Ban yang Benar Agar Lebih Awet dan Aman Menjelang Liburan Nataru

Oli Jelek Picu Sludge dan Sumbatan

Oli yang kualitasnya menurun juga lebih cepat menghasilkan sludge dan varnish. Endapan ini bisa menutup jalur oli kecil, menyumbat filter, hingga menghambat suplai oli ke kepala silinder. Akibatnya, ada bagian mesin yang mengalami kekurangan pelumasan.

Kualitas Oli Berpengaruh ke Suhu Mesin

Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL), Brahma Putra Mahayana, menambahkan bahwa kualitas oli dapat dilihat dari nilai API Service. Semakin tinggi klasifikasinya, semakin baik perlindungan yang diberikan pada mesin.

“Semakin berkualitas oli, semakin baik dalam menunjang performa mesin, efisiensi bahan bakar, tenaga, serta menjaga suhu kerja tetap ideal,” ujar Brahma.

Additive Oli Punya Peran Penting

Oli modern dilengkapi additive yang berfungsi mengurangi gesekan, mencegah kotoran menempel, menjaga partikel tetap tersuspensi, serta mencegah oli mengental dan menguap.

Jika additive ini sudah habis atau rusak, gesekan antar komponen akan meningkat dan panas yang dihasilkan menjadi lebih besar dari kondisi normal.

Mengganti oli mesin sebelum perjalanan jauh bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah penting untuk mencegah overheating. Oli yang masih prima mampu menjaga pelumasan, membantu pendinginan, serta melindungi komponen mesin dari keausan berlebih.

Jadi, jika oli mobil sudah mendekati interval penggantian, jangan ditunda. Mesin lebih aman, perjalanan pun jadi tenang.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *