Jangan Pernah Menerobos Aliran Banjir, Mobil Bisa Hanyut Meski Terlihat Berat
Bahaya Menerobos Banjir, Mobil Bisa Hanyut Meski Bobotnya Berat
KABAR OTO – Masih banyak orang beranggapan mobil yang berat pasti aman saat menerobos banjir. Faktanya, mobil justru bisa hanyut, terutama ketika dipaksakan melintasi banjir dengan arus air cukup deras.
Pengendara sangat disarankan menghindari menerobos aliran banjir, apalagi jika mobil yang digunakan memiliki ground clearance rendah.
Ground Clearance Rendah Bikin Mobil Mudah Hanyut
Eko Setiawan, pemilik bengkel Spesialis Nissan–Datsun Everest Motor Bintaro, menjelaskan bahwa ground clearance rendah bukan hanya memudahkan air masuk ke kabin, tapi juga meningkatkan risiko mobil hanyut.
Baca Juga : Ini yang Terjadi Jika Motor Alami Aquaplaning, Bisa Langsung Jatuh!
“Spesifikasi tersebut membuat mobil lebih mudah hanyut ketika kena arus banjir. Air bisa mengangkat atau menggeser mobil dengan mudah karena punya gaya ke atas yang bisa mengangkat benda berat sekalipun,” ujar Eko.
Air Mengangkat dan Mendorong Mobil Sekaligus
Ketika ketinggian air sudah setara lantai dasar mobil atau lebih, maka sebagian besar berat mobil mulai ditopang oleh air. Akibatnya, ban kehilangan traksi ke jalan dan mobil mulai melayang.
“Arus air banjir tidak hanya mengangkat, tapi juga mendorong ke samping. Air mengalir punya energi kinetik besar. Pada dasarnya semua benda di dalam air bisa menjadi lebih ringan,” lanjut Eko.
Mobil Harian Bukan Dirancang Terobos Arus Deras
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa kemampuan mobil melewati banjir sangat dipengaruhi oleh desain kendaraan.
Bedanya Mobil Offroad dan Mobil Harian
“Mobil-mobil offroad tampak bisa melewati sungai karena punya ground clearance tinggi, bobot besar, dan modifikasi khusus. Mobil harian kan tidak,” jelas Sony.
Artinya, jangan menyamakan kemampuan SUV offroad dengan mobil keluarga atau city car yang digunakan sehari-hari.
Baca Juga : Harga Toyota Kijang Innova Zenix Terbaru Awal 2026, Naik Tipis tapi Fiturnya Makin Lengkap
Batas Aman Ketinggian Air Banjir
Sony menjelaskan, arus banjir menjadi sangat berbahaya ketika air merendam mobil lebih dari setengah tinggi pintu.
“Selama air tidak lebih dari setengah tinggi pintu, bobot kendaraan masih terdistribusi ke roda. Kalau lebih, bobot kendaraan akan ditopang bodi sehingga roda tidak lagi bisa menapak,” ujar Sony.
Saat roda kehilangan kontak dengan aspal, mobil praktis tidak bisa dikendalikan.
Arus 1 Meter per Detik Bisa Geser Mobil
Menurut Sony, arus air sekitar 1 meter per detik saja sudah cukup untuk mendorong mobil berbobot lebih dari 1 ton. Apalagi jika arus semakin deras dan permukaan jalan licin akibat lumpur atau kerikil.
Dalam kondisi terendam:
-
Ban kehilangan grip total
-
Rem dan tenaga mesin tidak efektif
-
Mobil mudah terseret arus samping
Baca Juga : Pentingnya Cuci Motor Usai Hujan dan Banjir, Langkah Simpel Cegah Korosi
Menerobos banjir dengan arus deras adalah tindakan berisiko tinggi. Berat mobil bukan jaminan aman, karena kombinasi gaya apung dan dorongan arus air bisa membuat kendaraan hanyut dalam hitungan detik.
Jika menemui banjir:
-
Jangan memaksakan diri menerobos
-
Perhatikan arus dan ketinggian air
-
Utamakan keselamatan dibanding mengejar waktu
Ingat, lebih baik mencari jalan lain daripada mempertaruhkan nyawa dan kendaraan.