Jangan Salah Ukuran! Ini Panduan Ubah Gir Depan di Motor Bekas Biar Nggak Salah Setel

0
Panduan Ubah Gir Depan Motor Bekas: Pilih Top Speed atau Akselerasi?

Panduan Ubah Gir Depan Motor Bekas: Pilih Top Speed atau Akselerasi?

KABAR OTO – Mengubah gir depan di motor bekas memang jadi cara paling simpel buat mengubah karakter mesin. Mau tarikan lebih enteng? Atau ngejar top speed lebih tinggi? Semua bisa diatur lewat jumlah mata gir depan.

Tapi ingat, salah pilih ukuran malah bikin motor terasa berat dan nggak nyaman dipakai harian.

Menurut Deny Dumadi Saputra, pemilik bengkel Beduls Motor Speed (BMS), sebelum mengganti ukuran gir depan, pengendara wajib memahami kondisi jalan dan karakter pemakaian motor.

Tentukan Tujuan: Top Speed atau Akselerasi?

Baca Juga : Bikin Mesin Getar dan Dompet Jebol! Ini Alasan Jangan Sembarangan Ganti Setang Piston di Motor Bekas

Sebelum upgrade, tanya dulu ke diri sendiri: motor ini lebih sering dipakai buat apa?

  • Jalan lurus panjang dan kecepatan tinggi?

  • Atau kondisi stop and go, banyak tanjakan, dan macet perkotaan?

Jawaban itu menentukan pilihan ukuran gir depan yang tepat.

Efek Menaikkan Jumlah Mata Gir Depan

Kalau kamu menambah ukuran atau jumlah mata gir depan, maka:

Kelebihan:

  • Tarikan di rpm menengah hingga tinggi lebih enteng

  • Top speed bisa lebih tinggi

  • Cocok untuk jalan rata dan panjang

Baca Juga : Program Safety Moreno Soeprapto Mulai Terlihat, Final SCR Jadi Bukti Nyata Komitmen IMI 

Kekurangan:

  • Tarikan rpm bawah jadi lebih berat

  • Akselerasi awal terasa lambat

Setting seperti ini biasanya lebih nyaman untuk perjalanan luar kota atau trek panjang yang minim tanjakan.

Efek Menurunkan Jumlah Mata Gir Depan

Sebaliknya, jika jumlah mata gir depan dikurangi:

Kelebihan:

  • Tarikan rpm bawah lebih enteng

  • Akselerasi awal lebih cepat

  • Enak dipakai di jalan tanjakan dan perkotaan

Kekurangan:

  • Top speed lebih rendah

  • Tarikan rpm atas terasa lebih berat

Setelan ini cocok untuk motor yang sering dipakai di kondisi stop and go atau daerah berbukit.

Baca Juga : Gilbert Giovanni Aldy Patulak Tunjukkan Daya Juang di D-Event 2026 Round 1, Pembalap Cilik Papua Ini Curi Perhatian

Konsekuensi yang Harus Dipahami

Perubahan gir depan bukan tanpa efek samping. Menaikkan gir memang bikin top speed naik, tapi akselerasi bawah jadi berat. Sebaliknya, menurunkan gir bikin motor responsif di bawah, tapi kecepatan puncak berkurang.

Artinya, tidak ada ukuran yang paling benar. Semua tergantung kebutuhan dan karakter jalan yang sering dilalui.

Jadi sebelum ubah gir depan motor bekas kesayangan, pastikan kamu sudah tahu tujuan pemakaian. Salah ukuran bisa bikin motor nggak nyaman, bahkan terasa kurang optimal. Pilih sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut tren.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *