Oli Mesin Cepat Habis? Ini Cara Hitung Umur Pakainya yang Jarang Diketahui
Oli Mesin Cepat Habis? Begini Cara Hitung Waktu Ganti yang Benar
KABAR OTO – Perdebatan soal patokan ganti oli mesin masih sering terjadi di kalangan pemilik mobil. Ada yang berpegang pada jarak tempuh odometer, ada juga yang patuh pada hitungan bulan pemakaian.
Padahal, oli mesin termasuk komponen fast moving yang punya masa pakai terbatas. Jika dibiarkan terlalu lama, kemampuan oli dalam melumasi dan melindungi mesin akan menurun, sehingga performa mesin ikut terdampak.
Oli Mesin Tidak Bisa Dinilai dari Km Saja
Menurut Prijodie Amdhani, penggawa bengkel spesialis transmisi JMW Motor Werke, menghitung usia pakai oli mesin seharusnya tidak hanya berpatokan pada angka kilometer di odometer.
Baca Juga : Mobil Bunyi Saat Belok Pelan? Komponen Kaki-kaki Ini Mulai Rusak, Jangan Diabaikan
Macet Punya Pengaruh Besar
Berdasarkan pengalamannya selama 15 tahun, Jodie menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas sangat memengaruhi beban kerja mesin.
“Di kota padat seperti Jakarta, satu jam kena macet itu setara dengan menempuh 65 sampai 70 kilometer,” ujar Jodie.
Artinya, meskipun mobil terlihat tidak berjalan jauh, mesin tetap bekerja dan oli tetap mengalami penurunan kualitas.
Cara Hitung Engine Working Hour Oli Mesin
Untuk memudahkan pemahaman, Jodie memberikan gambaran perhitungan sederhana.
Simulasi Pemakaian Harian
Jika diasumsikan mobil terkena macet total 4 jam dalam sehari pada hari kerja, maka perhitungannya:
- 1 jam macet ≈ 70 km
- 4 jam macet × 70 km = 280 km per hari
Dalam sebulan, jika mobil digunakan 25 hari kerja:
- 280 km × 25 hari = 7.000 km
Angka 7.000 km tersebut bukan jarak tempuh di odometer, melainkan engine working hour atau masa kerja mesin.
Baca Juga : Lebih Canggih! Ternyata Ini Bedanya Busi Mobil Hybrid dengan Busi Mobil Biasa
Berlaku di Kota Besar
Menurut Jodie, perhitungan ini relevan untuk kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar.
Berbeda dengan kota yang lalu lintasnya relatif lancar seperti Wonosobo atau Solo, di mana beban kerja mesin tidak seberat kota metropolitan.
Gabungkan dengan Jarak Tempuh Aktual
Selain engine working hour, jarak tempuh aktual juga tetap harus diperhitungkan.
“Setelah hitung 25 hari, lihat trip di dasbor dalam sebulan berapa. Anggap saja 5.000 km. Nah, itu yang disebut mile distance running,” jelas Jodie.
Rumus Hitung Umur Oli Mesin
Untuk mengetahui usia pakai oli mesin yang lebih akurat, perhitungannya adalah:
Engine Working Hour + Mile Distance Running
Dengan metode ini, pemilik mobil bisa mengetahui kapan oli benar-benar sudah bekerja terlalu berat dan perlu diganti.
Baca Juga : Lebih Canggih! Ternyata Ini Bedanya Busi Mobil Hybrid dengan Busi Mobil Biasa
Tak Perlu Tunggu 10.000 Km atau 6 Bulan
Dengan patokan tersebut, Jodie menegaskan bahwa pemilik mobil tidak harus selalu menunggu hingga 10.000 km atau 6 bulan sekali untuk mengganti oli mesin.
Jika beban kerja mesin sudah tinggi, oli sebaiknya diganti lebih cepat agar performa mesin tetap terjaga dan risiko keausan komponen bisa ditekan.
Mengganti oli tepat waktu bukan cuma soal rutinitas servis, tapi investasi jangka panjang untuk kesehatan mesin mobil.