Waspada Jalan Licin! Etika Mengerem Jadi Penentu Keselamatan Pemotor
Waspada Jalan Licin! Etika Mengerem Menentukan Keselamatan Pemotor
KABAR OTO – Lalu lintas perkotaan dikenal padat, dinamis, dan penuh kejutan. Setiap hari, pengendara sepeda motor harus berbagi ruang dengan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga angkutan umum. Tantangan ini semakin besar saat musim hujan, ketika kondisi jalan licin dan jarak pandang berkurang, sehingga risiko kecelakaan roda dua meningkat.
Dalam kondisi tersebut, keterampilan berkendara saja tidak cukup. Diperlukan etika berkendara yang baik, salah satunya dalam hal pengereman. Cara mengerem sering dianggap sepele, padahal kesalahan kecil saat pengereman di jalan basah bisa berujung fatal.
Pentingnya Etika Mengerem di Lalu Lintas Padat
Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, pengereman memiliki peran besar dalam mencegah kecelakaan, terutama di wilayah dengan lalu lintas padat seperti Jakarta.
“Di lalu lintas padat, pengereman punya peran sangat besar dalam mencegah kecelakaan. Cara kita mengerem bisa berdampak langsung pada keselamatan diri sendiri dan pengendara lain,” ujarnya.
Baca Juga : Honda Blade 125 Ada Versi Barunya! Harga Rp 27 Jutaan, Fitur Bikin Melirik
Etika Mengerem yang Aman di Jalan Licin
Antisipasi dan Jaga Jarak Aman
Etika mengerem dimulai dari kemampuan mengantisipasi situasi dan menjaga jarak aman. Di jalan perkotaan, kendaraan bisa berhenti mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau pengendara lain berpindah lajur tanpa isyarat.
Dengan jarak yang cukup, pemotor memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk melakukan pengereman secara bertahap dan terkontrol, sehingga risiko selip di jalan licin saat hujan dapat diminimalkan.
Gunakan Teknik Pengereman Seimbang
Teknik pengereman yang tepat adalah dengan mengombinasikan rem depan dan belakang secara halus. Cara ini membantu menjaga stabilitas motor, terutama saat permukaan jalan basah, licin, atau terdapat marka jalan dan genangan air yang berisiko mengurangi daya cengkeram ban.
Teknik ini menjadi krusial di musim hujan, karena pengereman mendadak dengan satu rem saja dapat membuat motor kehilangan keseimbangan.
Baca Juga : Start Mesin Mobil Terasa Lebih Lama? Kenali Berbagai Penyebabnya Sebelum Mogok
Perhatikan Pengguna Jalan Lain
Etika berkendara juga berarti peduli pada keselamatan orang lain. Pengereman mendadak tanpa alasan jelas dapat mengejutkan pengendara di belakang dan memicu kecelakaan beruntun.
Memantau spion, membaca situasi sekitar, serta menghindari manuver egois merupakan bagian penting dari etika mengerem yang bertanggung jawab.
“Pengereman yang baik dan benar harus dilakukan dengan tenang, bertahap, dan menggunakan kombinasi rem depan serta belakang. Dengan teknik yang tepat, pengendara tetap bisa mengendalikan motor meskipun harus berhenti mendadak,” tutup Agus.
Baca Juga : Jangan Bingung! Ini Fungsi Tabung Kaca Kecil di Pipa AC Mobil, Ternyata Penting Banget
Di jalan licin dan lalu lintas padat, etika mengerem bukan sekadar soal teknik, tetapi juga soal kepedulian terhadap keselamatan bersama. Dengan menjaga jarak, mengerem secara seimbang, dan memperhatikan pengguna jalan lain, risiko kecelakaan bisa ditekan, terutama saat musim hujan.