Terasa Setelah 3 Bulan, Ini Efek Samping Pakai Per CVT Motor Matic Terlalu Keras
Efek Samping Per CVT Motor Matic Terlalu Keras, V-Belt Cepat Tipis
KABAR OTO – Ternyata, menggunakan per CVT motor matic yang terlalu keras tidak selalu berdampak positif. Alih-alih meningkatkan performa, pemakaian per CVT dengan tingkat kekerasan berlebihan justru bisa menimbulkan masalah serius pada komponen CVT.
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah umur v-belt motor matic menjadi lebih singkat.
Pulley Sulit Terbuka, V-Belt Jadi Korban
Pemakaian per CVT motor matic yang terlalu keras membuat kerja pulley menjadi tidak optimal.
“Pulley jadi sulit terbuka sehingga v-belt jadi susah untuk mengembang,” buka Ryan Fasha, pemilik bengkel K.1 Garage.
Baca Juga : Bikin Hemat Kantong, Ini Manfaat Kuras Air Radiator Motor Secara Berkala
Akibatnya, v-belt terus bergesekan dengan pulley dalam posisi yang tidak ideal.
“Jika hal itu dibiarkan, dapat membuat v-belt jadi tipis karena bergesekan dengan pulley,” tambahnya saat ditemui di kawasan Bekasi, Tambun.
Kasus Nyata di Honda BeAT
Ryan mengungkapkan, dirinya pernah menangani kasus motor matic milik konsumen yang mengalami kerusakan v-belt akibat per CVT terlalu keras.
Per CVT 2.000 RPM Jadi Penyebab
“Waktu itu ada pelanggan pakai Honda BeAT mengeluhkan v-beltnya sudah tipis banget mau putus,” ungkap Ryan.
Saat dilakukan pengecekan, ternyata motor tersebut menggunakan per CVT 2.000 RPM, jauh lebih keras dibanding per CVT standar bawaan pabrik.
Baca Juga : Dua Penyebab Honda BeAT Injeksi Mendadak Mogok di Jalan, Pemilik Wajib Tahu
“Per CVT bawaan kan cuma sekitar 800 RPM,” tambahnya.
V-Belt Baru Bisa Tipis Dalam 3 Bulan
Pemakaian per CVT motor matic yang terlalu keras terbukti bisa mempercepat keausan v-belt, bahkan dalam waktu singkat.
“Efeknya v-belt baru kembali tipis padahal baru 3 bulan pemakaiannya,” tutur Ryan.
Hal ini tentu merugikan pemilik motor karena harus lebih sering mengganti v-belt.
Motor Terasa Ngempos dalam Jangka Panjang
Tak hanya merusak v-belt, efek jangka panjang dari per CVT yang terlalu keras juga bisa dirasakan pada performa motor.
Baca Juga : Jangan Sampai Terlewat! Segini Usia Ideal Pemakaian Air Radiator, Telat Ganti Mesin Bisa Overheat
Pulley yang sulit terbuka membuat rasio CVT tidak bekerja optimal, sehingga motor terasa kurang bertenaga atau ngempos saat digunakan.
Jangan Asal Ganti Per CVT
Dari kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa mengganti per CVT motor matic ke versi yang lebih keras belum tentu baik untuk penggunaan harian.
Jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan setup CVT lainnya, justru bisa mempercepat kerusakan komponen dan menambah biaya perawatan.