Honda Dio 110 Lite Resmi Meluncur di Jepang: Skutik Mungil Irit BBM dengan Harga Terjangkau
Kabaroto.id – Honda kembali menghadirkan pilihan skuter matik entry level yang ramah kantong dan cocok untuk penggunaan harian. Honda Dio 110 Lite resmi meluncur untuk konsumen Jepang dengan menawarkan desain mungil, fitur fungsional, serta konsumsi bahan bakar yang sangat efisien.
Harga Terjangkau
Disitat dari Greatbiker, Honda Dio 110 Lite dibanderol 239.800 yen atau sekitar Rp 25 jutaan. Pabrikan telah membuka keran pemesanan sejak pekan lalu, membuat skutik ini langsung menjadi incaran konsumen yang mencari motor praktis dan hemat bahan bakar.
Desain Mungil Tetap Sporty
Secara tampilan, Dio 110 Lite masih mempertahankan desain standar versi reguler, dengan bentuk mungil dan kombinasi aksen membulat serta sudut tegas. Sekilas, tampilannya mirip dengan skutik entry level yang dipasarkan di Eropa.
- Lampu depan berukuran besar
- Sein berada di bagian bawah headlamp
- Fairing minimalis namun sporty
- Lampu belakang tajam dengan tambahan holder besi
- Spakbor mungil untuk melindungi cipratan air
Desainnya benar-benar dibuat simpel namun tetap modern, cocok untuk penggunaan di perkotaan.
Fitur Unggulan di Kelasnya
Meski mungil, Honda tetap memberikan fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan harian:
- Panel instrumen analog + layar LCD
- Kunci dengan shutter lock (keamanan tambahan)
- Bagasi 17 liter
- Soket pengisian daya ponsel
- Sistem pengereman Combi Brake System (CBS)
Fitur-fitur tersebut membuat Honda Dio 110 Lite praktis dan aman digunakan sehari-hari.
Mesin Irit dengan Teknologi ISS
Honda Dio 110 Lite mengusung mesin eSP 109 cc bertenaga 3,7 kW. Mesin ini sudah dibekali teknologi Idling Stop System (ISS) yang membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat.
Berdasarkan pengujian WMTC, konsumsi BBM skutik ini mencapai 56,6 km/liter. Dengan kapasitas tangki 4,9 liter, jarak tempuh maksimal skutik ini dapat mencapai 277,3 km dalam kondisi full tank.
Namun angka tersebut tentunya hanya perkiraan, karena konsumsi BBM dapat dipengaruhi faktor gaya berkendara, bobot pengendara, hingga kondisi jalan.