Jangan Dianggap Sepele! Minyak Rem Mobil Keruh Bisa Picu Rem Blong, Ini Penjelasannya

0
Bahaya Minyak Rem Mobil Keruh, Bisa Sebabkan Rem Blong

Bahaya Minyak Rem Mobil Keruh, Bisa Sebabkan Rem Blong

KABAR OTO – Sistem pengereman mobil bekerja menggunakan mekanisme hidraulis yang membutuhkan fluida sebagai media penghantar tekanan. Fluida yang dimaksud adalah minyak rem, komponen vital yang berfungsi menyalurkan tekanan dari master rem ke kampas rem agar dapat menjepit cakram secara optimal.

Minyak rem sendiri dirancang khusus agar mampu menahan tekanan tinggi serta suhu panas ekstrem yang muncul saat pengereman. Namun, seiring pemakaian, performa minyak rem bisa menurun, salah satunya ditandai dengan perubahan warna menjadi keruh.

Minyak Rem Keruh Tanda Kandungan Air Berlebih

Menurut Suparna, Kepala Bengkel Resmi Auto2000 Pramuka, Jakarta Timur, warna keruh pada minyak rem menjadi indikasi kuat bahwa kandungan uap air di dalamnya sudah cukup banyak.

“Warna keruh pada minyak rem ini pertanda juga kalau kandungan uap air sudah banyak,” ujar Suparna.

Baca Juga : Aki Mobil Cepat Tekor Padahal Baru? Waspada, Kabel Ini Sering Jadi Biang Kerok

Uap Air Jadi Musuh Utama Minyak Rem

Minyak rem memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara. Inilah yang membuat uap air menjadi musuh utama minyak rem.

“Kandungan uap air ini memang menjadi musuh minyak rem karena sifatnya yang mengikat uap air tersebut,” tambahnya.

Jika kandungan air semakin tinggi, kemampuan minyak rem untuk menahan tekanan dan panas akan menurun drastis.

Baca Juga : Anniversary ke-15 Byonic Sukabumi, Tetap Eksis Hidupkan Dunia Otomotif dan Brotherhood Bikers

Risiko Besar Jika Minyak Rem Keruh Dibiarkan

Apabila minyak rem yang sudah keruh tidak segera dikuras dan diganti, maka risiko serius bisa terjadi. Salah satu bahaya paling fatal adalah rem gagal berfungsi.

“Ya betul, kalau kondisinya sudah sangat parah ya bisa bikin rem blong,” tegas Suparna.

Pedal Rem Los hingga Rem Blong

Tekanan dari master rem yang bercampur dengan uap air akan memicu terbentuknya gelembung udara atau angin palsu di dalam sistem pengereman. Akibatnya, tekanan menjadi tidak maksimal dan pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak.

Meski belum sampai rem blong, kondisi pedal yang terasa los tentu sangat berbahaya karena memengaruhi respons dan jarak pengereman mobil.

Baca Juga : Ganti Roller Motor Matic, Mekanik Ingatkan Komponen Ini Wajib Ikut Diganti

Agar sistem pengereman tetap aman, minyak rem sebaiknya diganti sesuai anjuran pabrikan, yakni setiap 40.000 kilometer atau setiap 2 tahun, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

“Pada periode tersebut, minyak rem sudah menurun kemampuannya sehingga harus diganti baru,” tutup Suparna.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *