Kabaroto.id – PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa yang terjadi sejak Agustus 2026. Dukungan tidak hanya diberikan melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menyasar pemulihan fasilitas kesehatan dan pelestarian lingkungan.
Pada 3 Oktober 2026, AHM memberikan dukungan prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat. Program ini diharapkan membantu masyarakat kembali mendapatkan layanan kesehatan secara optimal setelah terdampak bencana.
AHM Perkuat Fasilitas Kesehatan Pascagempa NTT
Dukungan AHM mencakup prasarana dan peralatan pendukung pelayanan kesehatan, termasuk kebutuhan listrik dan ketersediaan air bersih.
Dengan penguatan tersebut, lebih dari 7.200 warga dari sejumlah desa di sekitar Puskesmas Warsawe diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih baik.
Layanan Rawat Jalan hingga Kondisi Darurat Kembali Diperkuat
Puskesmas Warsawe kembali didukung untuk menjalankan berbagai pelayanan, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga penanganan kondisi gawat darurat.
Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, mengapresiasi dukungan yang diberikan AHM. Menurutnya, pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas setelah bencana.
Tidak berhenti di Manggarai Barat, AHM juga melakukan revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo.
Revitalisasi tersebut mendukung pelayanan kesehatan dasar, seperti pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta pemantauan kesehatan remaja dan lansia.
Bantuan AHM Sudah Berjalan Sejak Masa Tanggap Darurat
Dukungan AHM untuk masyarakat NTT telah dilakukan sejak masa tanggap darurat pascagempa.
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17-19 Agustus 2026.
Bantuan tersebut antara lain berupa sembako dan selimut. Dukungan kemudian diperluas melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), meliputi perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan, makanan bergizi, sembako untuk dapur umum, hingga air bersih.
General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka.”
Yayasan AHM Tanam 10.000 Mangrove di Taman Nasional Komodo
Selain membantu pemulihan masyarakat, Yayasan AHM juga menjalankan program pelestarian lingkungan di NTT.
Bersama PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, Yayasan AHM menanam 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober 2026.
Jaga Ekosistem Pesisir dan Habitat Komodo
Penanaman mangrove menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo.
Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung wilayah pesisir, penyimpan karbon biru atau blue carbon, serta habitat bagi berbagai biota laut dan pesisir.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodos, serta masyarakat sekitar.
Melalui rangkaian program ini, AHM dan Yayasan AHM tidak hanya membantu masyarakat memulihkan aktivitas setelah gempa, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ekosistem pesisir dan habitat satwa endemik Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri, dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam NTT untuk generasi mendatang.

