KABAROTO – QJMotor kembali menghadirkan inovasi yang cukup unik di dunia sepeda motor. Produsen asal China tersebut diketahui mengajukan paten mesin baru di Amerika Serikat yang memiliki konfigurasi seperti V-twin, tetapi hanya satu silinder yang benar-benar menghasilkan tenaga.
Dikutip dari Motorcyclenews, paten yang diajukan perusahaan induk QJMotor tersebut mengungkap konsep yang disebut “V-twin single”.
Secara tampilan, mesin ini terlihat seperti mesin V-twin konvensional dengan dua silinder yang membentuk sudut V. Namun, cara kerjanya justru berbeda.
Satu Silinder Menghasilkan Tenaga
Pada salah satu sisi, terdapat piston konvensional yang menjalankan seluruh siklus mesin empat tak, mulai dari langkah hisap, kompresi, pembakaran hingga buang. Piston tersebut kemudian memutar poros engkol untuk menghasilkan tenaga.
Sementara itu, silinder kedua tidak digunakan untuk proses pembakaran. Piston di dalamnya tetap terhubung ke poros engkol melalui connecting rod, tetapi memiliki lubang yang menembus bagian atas hingga bawah piston.

Desain tersebut membuat piston kedua dapat bergerak naik turun tanpa melakukan kompresi maupun memompa udara.
Dengan demikian, piston kedua bukan berfungsi sebagai penghasil tenaga, melainkan sebagai pemberat atau penyeimbang. Gerakannya mengikuti piston utama untuk membantu meredam getaran yang dihasilkan mesin satu silinder.
Karena tidak bekerja sebagai piston pembakaran, komponen tersebut juga tidak membutuhkan ring piston seperti piston konvensional. Hal ini membuat gesekan yang dihasilkan menjadi lebih rendah.
Konsep Serupa Pernah Dipakai Ducati
Konsep mesin seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Ducati pernah menggunakan prinsip serupa pada Supermono, motor balap yang dikembangkan pada era 1990-an.
Bedanya, Ducati Supermono tidak menggunakan piston kedua secara utuh. Komponen tersebut digantikan mekanisme berupa batang penghubung dan pemberat.
Konsep tersebut memungkinkan mesin satu silinder mendapatkan karakter keseimbangan yang mendekati mesin V-twin dengan sudut 90 derajat tanpa membutuhkan balancer shaft tambahan.
Bagi produsen, konsep ini juga berpotensi memberikan keuntungan dari sisi produksi karena mesin satu silinder dapat memanfaatkan perkakas atau tooling yang sudah digunakan untuk mesin V-twin.
Hingga saat ini, QJMotor belum mengungkap kapasitas mesin maupun model motor yang akan menggunakan teknologi tersebut. V-twin single QJMotor juga masih sebatas paten sehingga belum diketahui apakah nantinya akan diproduksi massal atau hanya menjadi eksperimen teknologi.

