Wanita di Iran Kini Resmi Boleh Bikin SIM dan Naik Motor
Wanita Iran Resmi Boleh Bikin SIM Motor dan Berkendara Roda Dua
KABAR OTO – Cita-cita lama wanita di Iran akhirnya terwujud. Pemerintah Iran kini secara resmi memperbolehkan wanita membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan roda dua dan berkendara motor secara legal.
Kebijakan ini menjadi momen bersejarah karena selama bertahun-tahun terdapat area abu-abu dalam regulasi. Secara hukum memang tidak ada larangan tertulis, namun pada praktiknya otoritas kerap menolak permohonan SIM bagi wanita.
Akibatnya, banyak perempuan berada dalam posisi rentan secara hukum ketika terjadi kecelakaan karena tidak memiliki SIM resmi.
Baca Juga : Honda Vario Banjir Diskon di IIMS 2026, Potongan DP dan Tenor Menggiurkan!
Resolusi Resmi Ditandatangani Pemerintah
Aturan baru ini ditegaskan melalui resolusi yang ditandatangani Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, setelah sebelumnya mendapat persetujuan kabinet.
Dengan berlakunya aturan tersebut, kepolisian lalu lintas diwajibkan:
-
Memfasilitasi pelatihan praktik berkendara bagi wanita
-
Menyelenggarakan ujian mengemudi resmi
-
Menerbitkan SIM motor bagi pemohon yang lulus
Langkah ini mengakhiri perdebatan hukum panjang terkait hak wanita untuk mengendarai motor di Iran.
Latar Belakang Sosial dan Gelombang Protes
Perubahan kebijakan ini tak lepas dari dinamika sosial di Iran dalam beberapa tahun terakhir. Sejak Revolusi Islam Iran 1979, wanita menghadapi berbagai pembatasan sosial, termasuk aturan berpakaian di ruang publik.
Baca Juga : Bukannya Awet! Olesi Rantai dan Gir Motor Bekas Pakai Oli Bekas Malah Bikin Cepat Rusak
Gelombang protes besar mencuat setelah kematian Mahsa Amini pada 2022. Tragedi tersebut memicu demonstrasi luas yang menuntut kebebasan lebih besar bagi perempuan, termasuk dalam aspek mobilitas. Fenomena wanita yang tetap nekat mengendarai motor di jalan raya pun meningkat tajam sebagai bentuk ekspresi kebebasan.
Simbol Perubahan di Era Baru
Izin resmi bagi wanita untuk memiliki SIM motor bukan sekadar kebijakan lalu lintas. Ini juga menjadi simbol perubahan sosial yang perlahan terjadi di Iran.
Baca Juga : Nggak Hanya Piston! Ini Part Kecil Penyebab Knalpot Motor Bekas Berasap Putih
Kini, dengan adanya kejelasan hukum, wanita dapat berkendara tanpa rasa khawatir terhadap konsekuensi administratif maupun hukum.
Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan panjang hak mobilitas perempuan di Iran, sekaligus menunjukkan adanya dinamika perubahan dalam kebijakan publik negara tersebut.