KABAROTO – Tren overlanding semakin diminati para pencinta otomotif di Indonesia. Aktivitas menjelajah menggunakan kendaraan ini biasanya dilakukan dengan SUV maupun pikap kabin ganda yang telah dilengkapi berbagai perlengkapan pendukung.
Namun, sebelum digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan medan yang beragam, mobil perlu dipersiapkan dengan tepat. Modifikasi mobil untuk overlanding sebaiknya tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga mengutamakan fungsi, kenyamanan, serta ketahanan kendaraan.
Upgrade Kaki-Kaki Mobil
Sektor kaki-kaki menjadi salah satu bagian paling penting dalam modifikasi kendaraan untuk overlanding. Karakter jalan yang sulit diprediksi, mulai dari jalan berbatu hingga permukaan rusak, membuat pemilihan ban dan suspensi harus diperhatikan.
Penggunaan ban All-Terrain (A/T) dapat menjadi pilihan karena dirancang untuk menghadapi berbagai karakter permukaan jalan.
Noer, Kepala Workshop Ironsmith Fabrication (ISF), mengatakan penggunaan ban dan pelek berukuran lebih besar perlu diikuti dengan peningkatan sistem suspensi.
“Kaki-kaki perlu modifikasi, cari yang nyaman dan stabil. Karena saat overlanding, kita ketemu bebatuan, jalannya juga bisa mengebut. Kaki-kaki bawaan bukan tidak mumpuni, tapi bobot kan bertambah juga, bisa limbung dan dangak,” ujar Noer.
Jika menggunakan ban berprofil besar, misalnya ukuran 285, diperlukan penyesuaian tambahan. Area spakbor bagian dalam dapat membutuhkan trimming agar ban tidak bergesekan saat roda berbelok atau suspensi bekerja.
Selain itu, penggunaan shockbreaker heavy duty dan lift kit juga dapat dipertimbangkan untuk menyesuaikan beban serta kebutuhan medan.
Performa Mesin Juga Wajib Diperhatikan
Selain kaki-kaki, kondisi mesin menjadi sektor penting sebelum mobil diajak melakukan perjalanan jauh. Pastikan mesin dalam kondisi sehat agar mampu bekerja optimal ketika membawa tambahan beban.
Menurut Noer, peningkatan performa tidak harus dilakukan secara berlebihan. Salah satu opsi yang dapat diterapkan adalah re-map ECU untuk meningkatkan tenaga dan torsi, khususnya pada putaran bawah.
“Enggak usah dioprek banget. Cuma dengan re-map bisa meningkatkan tenaga dan torsi. Kejar dorongan dari putaran mesin bawah,” jelasnya.
Tambahan perlengkapan seperti roof rack, bed rack, awning, rooftop tent, serta kompartemen penyimpanan juga dapat dipasang sesuai kebutuhan. Untuk perjalanan berkelompok di area minim sinyal, radio rig juga bisa menjadi perangkat komunikasi tambahan.
Dengan persiapan yang tepat, modifikasi mobil untuk overlanding bukan hanya membuat kendaraan terlihat gagah, tetapi juga lebih siap menghadapi medan dan beban selama perjalanan.

