By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
KABAR OTO
  • Home
  • Motor
  • Mobil
  • Kendaraan Listrik
  • Modifikasi
  • MOTORSPORT
  • Tips
  • Berita
  • Review
  • Teknologi
Reading: Rem Motor Honda Terasa Kurang Pakem? Kenali Penyebabnya
KABAR OTOKABAR OTO
Font ResizerAa
  • Home
  • Motor
  • Mobil
  • Kendaraan Listrik
  • Modifikasi
  • MOTORSPORT
  • Tips
  • Berita
  • Review
  • Teknologi
Search
  • Home
  • Motor
  • Mobil
  • Kendaraan Listrik
  • Modifikasi
  • MOTORSPORT
  • Tips
  • Berita
  • Review
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BeritaHeadlineHondaModifikasiMotorRagamOto

Rem Motor Honda Terasa Kurang Pakem? Kenali Penyebabnya

Katri
Last updated: 20/10/2026 20:15
Katri
10 Min Read
Share
Rem Motor Honda Kurang Pakem? Kenali Penyebabnya. Foto dok: Istimewa

KABAROTO.ID – Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling penting dalam menjaga keselamatan pengendara sepeda motor. Kondisi rem yang bekerja optimal membantu pengendara mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan secara terkendali, terutama ketika menghadapi situasi mendadak di jalan.

Contents
1. Kampas Rem Mulai Aus2. Permukaan Cakram Kotor atau Mengalami Keausan3. Rem Tromol Kotor atau Mengalami Keausan4. Minyak Rem Berkurang atau Mengalami Penurunan Kondisi5. Ada Udara atau Kebocoran pada Sistem Hidraulis6. Kaliper atau Mekanisme Rem Tidak Bekerja Optimal7. Ban dan Kondisi Jalan Juga Memengaruhi PengeremanKapan Rem Motor Honda Harus Diperiksa di Bengkel?Cara Menjaga Rem Motor Honda Tetap OptimalAbout The AuthorKatri

Namun, seiring pemakaian, sebagian pengguna sepeda motor Honda mungkin merasakan rem mulai kurang pakem. Tuas rem terasa berbeda, jarak pengereman bertambah, atau kendaraan membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti dibandingkan biasanya.

Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Rem motor Honda kurang pakem bisa disebabkan oleh kampas rem yang aus, permukaan cakram atau tromol yang bermasalah, hingga gangguan pada sistem hidraulis.

Memahami penyebabnya menjadi langkah awal agar pengendara dapat mengambil tindakan yang tepat dan menjaga keselamatan selama berkendara.

1. Kampas Rem Mulai Aus

Salah satu penyebab rem motor Honda kurang pakem adalah kampas rem yang sudah mengalami keausan.

Kampas rem berfungsi menghasilkan gaya gesek terhadap cakram atau tromol untuk memperlambat putaran roda. Dalam pemakaian normal, material gesek akan berkurang secara bertahap karena bekerja setiap kali pengendara melakukan pengereman.

Ketika ketebalan kampas mendekati batas minimum, kemampuan pengereman dapat menurun. Pada kondisi tertentu, suara tidak biasa juga dapat muncul saat rem digunakan.

Keausan kampas rem dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi jalan, beban kendaraan, intensitas pengereman, dan kebiasaan berkendara.

Pengendara sebaiknya melakukan pemeriksaan kampas rem secara berkala. Jika ketebalannya sudah mencapai batas servis yang ditentukan pabrikan, kampas perlu diganti sesuai spesifikasi kendaraan.

Jangan menunggu sampai material gesek habis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan komponen lain ikut rusak dan mengurangi efektivitas pengereman.

Baca juga:Honda New Rebel 1100 Tampil Makin Premium! Warna Baru Matte Beta Silver Metallic Siap Curi Perhatian Pecinta Big Bike

2. Permukaan Cakram Kotor atau Mengalami Keausan

Pada sepeda motor Honda yang menggunakan rem cakram, kondisi permukaan cakram turut menentukan kinerja pengereman.

Cakram bekerja bersama kampas rem melalui gaya gesek untuk mengurangi kecepatan roda. Apabila permukaannya terkena minyak, pelumas, atau kontaminan tertentu, daya gesek dapat terganggu.

Selain kotor, cakram yang mengalami keausan berlebihan, perubahan bentuk, atau kerusakan permukaan juga dapat memengaruhi kestabilan pengereman.

Gejala yang mungkin dirasakan antara lain munculnya getaran saat mengerem, suara tidak normal, atau respons pengereman yang berubah.

Pemeriksaan perlu mencakup ketebalan cakram, kondisi permukaan, dan kemungkinan perubahan bentuk. Seluruh hasil pengukuran harus dibandingkan dengan batas servis sesuai model sepeda motor.

Jika ditemukan kerusakan, penanganannya sebaiknya dilakukan oleh teknisi. Hindari mengoleskan pelumas atau bahan yang tidak sesuai pada permukaan cakram dan kampas rem karena dapat mengurangi daya cengkeram.

3. Rem Tromol Kotor atau Mengalami Keausan

Tidak semua sepeda motor Honda menggunakan rem cakram pada kedua roda. Sejumlah model menggunakan rem tromol, yang memiliki mekanisme pengereman berbeda.

Pada sistem ini, sepatu rem menekan permukaan bagian dalam tromol untuk menghasilkan gaya gesek. Seiring waktu, kampas sepatu rem dapat menipis, sedangkan permukaan tromol dapat mengalami keausan.

Debu dan kotoran di dalam mekanisme rem juga dapat memengaruhi kinerjanya. Selain itu, penyetelan yang tidak sesuai dapat menyebabkan respons rem berubah.

Salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah jarak gerak tuas atau pedal rem yang semakin panjang sebelum pengereman terasa.

Pemeriksaan rem tromol perlu meliputi ketebalan kampas sepatu rem, kondisi permukaan tromol, mekanisme penggerak, dan penyetelan sesuai prosedur pabrikan.

Jika rem terasa semakin dalam atau kemampuan pengeremannya menurun, jangan hanya mengandalkan penyetelan. Pastikan komponen di dalamnya masih berada dalam batas pemakaian yang aman.

4. Minyak Rem Berkurang atau Mengalami Penurunan Kondisi

Pada sistem rem cakram hidraulis, minyak rem berfungsi meneruskan tekanan dari tuas rem menuju kaliper sehingga kampas menekan cakram.

Ketika tuas ditarik, tekanan hidraulis membantu menghasilkan gaya pengereman. Karena itu, kondisi minyak rem dan seluruh rangkaiannya perlu dijaga.

Minyak rem yang berkurang dapat menjadi indikasi adanya kebocoran atau keausan kampas yang perlu diperiksa. Sementara itu, minyak rem yang telah menyerap kelembapan dapat mengalami penurunan titik didih, sehingga kinerja pengereman berpotensi terganggu ketika suhu meningkat.

Jika tuas rem terasa lunak atau seperti memiliki udara di dalam sistem, penyebabnya dapat berkaitan dengan udara dalam saluran hidraulis, kebocoran, atau masalah komponen lainnya.

Pengendara sebaiknya tidak langsung menambahkan minyak rem tanpa mengetahui penyebab penurunannya. Gunakan jenis minyak rem sesuai spesifikasi pabrikan dan lakukan pemeriksaan menyeluruh jika ditemukan perubahan pada respons tuas.

5. Ada Udara atau Kebocoran pada Sistem Hidraulis

Rem cakram hidraulis mengandalkan tekanan cairan untuk meneruskan gaya pengereman. Jika udara masuk ke dalam saluran, tekanan yang dihasilkan dapat menjadi kurang efektif karena udara dapat terkompresi.

Akibatnya, tuas rem bisa terasa lebih lunak atau memiliki jarak gerak yang tidak normal.

Kebocoran pada selang, sambungan, master rem, atau kaliper juga dapat menyebabkan tekanan hidraulis tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Apabila ditemukan kebocoran minyak rem atau tuas terasa kehilangan tekanan, pengendara sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan.

Pemeriksaan dan perbaikan perlu dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem pengereman. Proses pembuangan udara dari saluran rem juga harus mengikuti prosedur servis yang sesuai dengan model kendaraan.

6. Kaliper atau Mekanisme Rem Tidak Bekerja Optimal

Pada rem cakram, kaliper bertugas membantu menekan kampas ke permukaan cakram. Jika mekanisme kaliper mengalami gangguan, tekanan kampas dapat menjadi tidak merata atau gerakannya terhambat.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kotoran, korosi, atau masalah pada komponen mekanis maupun hidraulis.

Sementara itu, pada rem tromol, gangguan dapat terjadi pada mekanisme penggerak, pegas pengembali, atau bagian lain yang mendukung gerakan sepatu rem.

Gejala yang mungkin muncul meliputi pengereman tidak konsisten, roda terasa tertahan setelah rem dilepas, atau timbul suara yang tidak biasa.

Pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh agar penyebab gangguan dapat diketahui. Hindari membongkar sistem pengereman tanpa pengetahuan dan peralatan yang memadai karena kesalahan pemasangan dapat mengurangi keselamatan kendaraan.

7. Ban dan Kondisi Jalan Juga Memengaruhi Pengereman

Rem yang berfungsi baik tidak selalu membuat jarak berhenti menjadi pendek dalam setiap kondisi. Kemampuan kendaraan berhenti juga dipengaruhi oleh kondisi ban, permukaan jalan, kecepatan, dan teknik pengereman.

Ban yang aus atau tekanan anginnya tidak sesuai dapat mengurangi kemampuan ban mempertahankan cengkeraman terhadap jalan. Akibatnya, kendaraan berpotensi lebih mudah kehilangan traksi ketika melakukan pengereman.

Jalan basah, berpasir, berlumpur, atau licin juga dapat memperpanjang jarak berhenti.

Karena itu, pemeriksaan keselamatan tidak cukup hanya berfokus pada rem. Kondisi ban, tekanan angin, dan kebiasaan berkendara perlu mendapat perhatian yang sama.

Pengendara sebaiknya menjaga jarak aman, mengurangi kecepatan saat kondisi jalan kurang baik, serta menghindari pengereman mendadak yang tidak diperlukan.

Kapan Rem Motor Honda Harus Diperiksa di Bengkel?

Pemeriksaan sistem pengereman perlu segera dilakukan ketika pengendara merasakan perubahan yang tidak biasa. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Rem terasa kurang menggigit dibandingkan biasanya.
  • Tuas atau pedal rem terasa terlalu dalam atau lunak.
  • Muncul suara gesekan atau bunyi tidak normal.
  • Terasa getaran saat melakukan pengereman.
  • Ditemukan kebocoran minyak rem.
  • Roda terasa tertahan meskipun rem sudah dilepas.

Jika rem kehilangan daya pengereman secara signifikan, terdapat kebocoran, atau tuas rem tidak mampu menghasilkan tekanan yang memadai, hentikan penggunaan kendaraan di tempat yang aman. Jangan memaksakan perjalanan menuju bengkel dengan mengendarai motor dalam kondisi tersebut.

Pengguna sepeda motor Honda dapat membawa kendaraan ke AHASS untuk pemeriksaan sesuai prosedur servis dan spesifikasi modelnya.

Teknisi dapat mengevaluasi kampas rem, cakram atau tromol, sistem hidraulis, mekanisme penggerak, serta komponen terkait lainnya. Dengan pemeriksaan yang tepat, penanganan dapat disesuaikan dengan sumber masalah, bukan sekadar mengganti komponen berdasarkan perkiraan.

Baca juga:Tak Sekadar Berdaya! Astra Women Network 2026 Dorong Perempuan Jadi Pemimpin dan Pencipta Dampak Nyata

Cara Menjaga Rem Motor Honda Tetap Optimal

Perawatan sistem pengereman tidak harus menunggu sampai muncul gangguan. Pengendara dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk membantu menjaga kondisi rem.

Pertama, periksa kondisi rem secara berkala dan ikuti jadwal servis yang direkomendasikan pabrikan. Kedua, pastikan kampas rem diganti ketika sudah mencapai batas keausan. Ketiga, gunakan minyak rem sesuai spesifikasi dan interval penggantian yang ditentukan untuk model kendaraan.

Selain itu, hindari penggunaan pelumas pada permukaan cakram atau kampas rem. Jika motor dicuci atau digunakan saat hujan, perhatikan respons pengereman sebelum kembali berkendara normal dan pastikan sistem rem bekerja dengan baik.

Kebiasaan berkendara juga berperan penting. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, dan lakukan pengereman secara halus sesuai situasi.

About The Author

Katri

See author's posts

TAGGED:AHASSKabarOtokampas rem motorPenyebab Rem Motor Kurang Pakemperawatan rem motorRem CakramRem Motor HondaRem Motor Kurang Pakemrem tromolservis motor hondatips otomotiftips perawatan motor
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Aki Motor Honda Sering Tekor? Ini Beberapa Hal yang Perlu Diperiksa
Next Article Apakah Jenis Bahan Bakar Memengaruhi Performa Motor Honda?
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

A Memoir of Soccer, Grit, and Leveling the Playing Field
10 Super Easy Steps to Your Dream Body 4X
Mind Gym : An Athlete's Guide to Inner Excellence
Toyota Rush Terbaru Spesifikasi Terperinci dan Harga Terjangkau!
Mastering The Terrain Racing, Courses and Training

100 Bikers Honda Siap Gas ke Ambarawa, Persiapan Honda Bikers Day 2026 Makin Matang

By Yahya

Subscribe Now

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]

Siap Ramaikan Kota Cilacap, Tembakau 98 Drag Bike Championship 2024 Bakal Digelar Akhir Pekan Ini!

2 tahun ago

IMI Jateng Sosialisasikan Nobar MotoGP Mandalika 2026, Ada Tiket Khusus Member Cuma Rp165 Ribu!

1 bulan ago

You Might Also Like

Inilah Desain Yamaha MT 07 Street Tracker yang Menggambarkan Kelincahan Masa Depan!
Berita

Inilah Desain Yamaha MT 07 Street Tracker yang Menggambarkan Kelincahan Masa Depan!

3 tahun ago
Desain Elegan dan Keren, Honda CB150R 2024 Siap Meluncur ke Jalanan! Hanya dengan Harga yang Terjangkau, Siapakah yang Tidak Tertarik
HondaReviewTeknologi

Desain Elegan dan Keren, Honda CB150R 2024 Siap Meluncur ke Jalanan! Hanya dengan Harga yang Terjangkau, Siapakah yang Tidak Tertarik?

3 tahun ago
Honda

INFO LUR! GILA ABIS, BELI KOPI BISA DAPAT HONDA VARIO GRATIS, ASTRA MOTOR YOGYAKARTA TEBAR PROMO SAMPAI HBD 2026!

3 minggu ago
Headline

Neta Auto Bangkit dari Krisis: Gaji Karyawan Pabrik Dibayar Penuh dan Reorganisasi Berlanjut

1 tahun ago

Sport News

Socials

Facebook Twitter Youtube

Company

Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress

OTOINFO MEDIA GROUP

Satu jaringan media untuk berita otomotif, balap motor, informasi daerah, dan konten digital Indonesia.

Ikuti Media Sosial Kami

Instagram Otoinfo Instagram Info Media Instagram Kabaroto Instagram Opini Banjarnegara TikTok Otoinfo TikTok Opini Banjarnegara YouTube Otoinfo Facebook Otoinfo Facebook Opini Banjarnegara

Jaringan Website

OTOINFO.IDPortal otomotif dan balap KABAROTO.IDBerita otomotif OPINI JATENGInformasi dan opini daerah
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Forget Password